Wednesday, September 24, 2014

Menggarap Pasar Muslim

Ringkasan buku "Marketing To The Middle Class Muslim" karangan Yuswohady.
Dari buku yang saya baca menarik untuk merespon geliat pasar muslim,dalam buku tersebut diusulkan 6 prinsip yang bisa dijadikan sebagai guidance bagi para marketer dalam menggarap pasar yang sedang mengkilap ini.

The Six Principles of Marketing to the Middle Class Muslim. Berikut ringkasannya ya,, cek result ;)

1. The Principle of Customer
Customer become more religious. 
They begin to search for spiritual value.

Inilah menariknya konsumen muslim Indonesia. Makin makmur, makin knowledgeable, dan makin technology-savvy, justru mereka makin religius. Mereka makin mencari manfaat spiritual dari produk yang mereka beli dan konsumsi, yaitu produk-produk yang menjalankan kepatuhan pada nilai-nilai dan ajaran-ajaran islam.



2. The Principle of Competition 
Competition is about building brand persona. 
Connect your brand to the customer's heart.

Empat sosok yang mewakili potret kelas menengah muslim diatas memiliki impian, aspirasi, nilai-nilai, dan perilakunya masing-masing. Berdasarkan pemahaman mengenai karakteristik konsumen di masing-masing sosok. Anda akan tahu persis bagaimana memperlakukan mereka. Anda juga harus membangun personifikasi berdasarkan karakteristik dari masing-masing sosok tersebut, kemudian menciptakan koneksi emosional bahkan spiritual mereka. Inilah yang kami sebut sebagai brand persona. 

3. The Principle of Positioning 
Be an inclusive brand. Be a Universal Icon.

Untuk mengambil hati kelas menengah muslim, merek anda harus ramah-bersahabat, merangkul semua (tak hanya eksklusif kalangan muslim), open-minded alias terbuka, dan berlapang dada terhadap informasi, ide,pikiran, aliran atau pengaruh darimana pun dan siapa pun, toleran terhadap perbedaan, serta selalu berpikiran positif dengan landasan kekuatan cinta.

4. The Principle of Differentiation
Build authenticity through commitment and passion. Create your own DNA. 

Untuk membangun diferensiasi yang kukuh dan tak sulit ditiru pesaing, merek anda harus menjadi authentic brand. Anda tak cukup menempelkan label halal pada kemasan dan produk Anda. Untuk menjadi authentic brand, merek anda harus menempatkan ketaatan pada nilai-nilai luhur keislaman yang bersifat universal sebagai "reason for being" anda.

5. The Principle of Value
Offer unique universal value. Balance your product and spiritual benefits.

Ketika konsumen makin menuntut manfaat spiritual dari sebuah produk, kami melihat bahwa nilai tertinggi bagi konsumen akan terwujud jika produsen mampu menghasilkan yang kami sebut sebagai nilai universal, yaitu gabungan antara manfaat produk (yang terdiri dari manfaat fungsional dan manfaat emosional) dan manfaat spiritual yang kemudian dibagi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh konsumen. Agar sukses, Anda harus membangun bauran manfaat fungsional, emosional, dan spiritual yang unik untuk mengunci persaingan.

6. Principle of Engagement
Connect your customer to each other. Build a community of messengers.

Kaum muslim adalah kelompok sosial yang memiliki kesamaan tujuan,yaitu untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat dengan selalu menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena by default kaum muslim adalah sebuah komunitas, maka pendekatan pemasaran yang paling ampuh untuk menggarap pasar ini adalah dengan menggunakan community marketing dengan mengkoneksikan satu konsumen dengan konsumen lain di dalam komunitas.


No comments:

Post a Comment