Monday, August 18, 2014

7 Tips Berbusana Bagi Wanita

1. Berpakaian sesuai usia. Usia mempengaruhi gaya berbusana seseorang. Nah, untuk kamu yang ingin menyesuaikan cara berbusana dengan usia maka saat-saat tertentu kamu pun perlu membongkar lemari pakaian dan memeriksa koleksi busana kamu. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pakaian kantor atau baju sehari-hari, tetapi juga busana renang, pakaian dalam, jaket dan sepatu. Bila usia Anda tidak lagi muda, sementara stok pakaian di masa muda banyak jangan lagi dikenakan. Sebaiknya mengenakan busana sesuai dengan profil kamu saat ini. Dan jangan merasa bersalah, baju-baju yang sudah tidak terpakai masih bisa dikenakan atau bermanfaat bagi orang lain. Coba berikan ke adik, anak, saudara, keponakan, teman atau tetangga.^^

2 . Rajin melihat dan mengamati informasi seputar mode. Bagi kamu yang memang ingin tampil menawan dengan gaya berbusana sebaiknya rajin melihat atau mengamati informasi yang mengulas detail tentang mode dan gaya hidup. Bisa dari majalah, surat kabar, situs atau dokumentasi video. Setidaknya melalui informasi ini kamu dapat mengintip atau mengetahui tren yang sedang digemari. Memang tidak semua tren yang tersaji dalam informasi tersebut bisa kamu kenakan, namun percayalah informasi ini justru berguna untuk memunculkan gaya berbusana yang sesuai dengan karakter kamu dan manfaat lainnya adalah kamu akan semakin pintar melakukan padu padan dan modifikasi.^^

3. Melakukan modifikasi Aset. Bila kamu tidak tega menyingkirkan isi lemari yang notabene semua koleksi busana lama kamu, sebaiknya jangan ragu atau menunda-nunda. Segera lakukan modifikasi dengan asas atau prinsip mix and match dengan ragam busana yang lain. Di sinilah manfaat modifikasi justru akan memberikan inspirasi menarik sehingga kamu bisa bergaya unik dan tidak ada saingan karena gaya yang tercipta asli kreativitas sendiri.

4. Bila memungkinkan cari penasihat mode. Seperti pepatah malu bertanya sesat di jalan. Bila kamu termasuk tipe orang yang tidak percaya diri untuk tampil ciamik jangan ragu untuk mencari penasihat mode. Bisa melalui informasi seputar media cetak, online atau audio visual. Kalau kamu punya uang lebih bisa meng-hire penasehat mode profesional. Atau tanyakan kepada perancang busana dan tempat butik langganan kamu. Bisa juga melalui teman yang memahami dan mengetahui seluk-beluk informasi seputar mode.

5. Klasik tak lekang oleh waktu. Jangan sepelekan beberapa koleksi yang kamu miliki meskipun modelnya sederhana. Dalam rentan waktu tertentu, koleksi yang begini justru menjadi klasik tak lekang oleh waktu. Sehingga mengenakan yang beginipun tidak membuat kamu mati gaya. Salah satunya dres hitam atau wrap dress yang bisa dipakai kembali dengan menambahkan aksesori berupa tas keren atau sepatu cantik.

6. Bermain-main dengan warna. Pada hari yang cerah berdirilah di depan cermin dan dekatkan baju kamu pada wajah. Apakah warnanya cocok dengan warna kulit kamu? Bila kulit dan rambut kamu mengalami perubahan, maka gaya berpakaian kamu pun harus berubah. Pertambahan usia sering membuat kulit lebih pudar maka kenakan pakaian yang berwarna kuat. Bila usia masih terbilang muda kenakan warna-warna cerah atau pastel.

7. Detoksifikasi Lemari Pakaian. Seperti halnya tubuh, kadang lemari pakaian pun mesti didetoksifikasi untuk menyingkirkan busana yang sudah tidak terpakai atau yang masih layak pakai. Fungsi detoksifikasi ini selain membersihkan atau membuang barang yang sudah tidak lagi berguna. Ingat dalam mode selalu terjadi pengulangan. Bisa saja baju yang kamu beli lima tahun lalu akan marak kembali pada sepuluh tahun kemudian. 




No comments:

Post a Comment