Sunday, July 20, 2014

Aku Hanya Sedang Belajar

Apa memang benar Tuhan, Kau sedang membuka kelas khusus untukku?
Jika iya, maka aku ingin belajar,..
Aku ingin belajar saat ini dari angin yang Kau sampaikan padaku, berhembus lembut tak pernah tampak, tak tersentuh, namun kesegaran yang dibawanya tak terbantahkan, membalutkan kesejukan..
Aku ingin belajar dari burung yang Kau terbangkan di atas pekarangan ini, begitu lincah, begitu merdu kicaunya, meski aku sama sekali tak mengerti celotehnya..berkicau menanda ataupun tidak, tapi tetaplah indah..












Dan akupun belajar dari segerombolan burung-burung yang ketika senja beranjak pulang kembali ke sarangnya, begitu rukun... dan pada segerombolan burung yang terbang membentuk formasi 'V', bukanlah ketidaksengajaan, tapi bentuk itu menyimbolkan kekuatan, kepatuhan, saling menjaga, menopang kekuatan dan melawan bahaya bersama...kokoh..
Aku ingin belajar dari awan di langit sana, yang menampung ikhlas bermilyar-milyar liter air dan menumpahkannya secara perlahan..teratur..dan bumipun basah olehnya..
Aku ingin belajar dari batu karang yang kau perlihatkan di laut-Mu, dia kokoh dan tegar meski selalu dihempas ombak..menjadi pelindung bagi hewan-hewan laut yang kecil, plankton..ikan..dan merasa aman bersamanya..
Aku ingin belajar dari rumput yang menghiasi taman, hanyalah rumput yang selalu diinjak, namun tidak pernah mati hanya karena selalu diinjak..











Aku ingin belajar dari bebatuan hitam di bawah air terjun itu, yang padanya kekuatan besar namun tetap akan cekung jika terus saja ditimpa tetesan air..batu sekeras itu luluh hanya karena (cinta) sang air..
Aku ingin belajar dari bulan, yang begitu indah Kau tampakkan di atas sana... dia tak pernah memiliki cahaya namun dia rela menjadi pantulannya, ikhlas menerima dan ikhlas memberi...
Aku ingin belajar dari dedaunan, yang menopang nafas pada tumbuhan, namun luruh kapanpun ia rela...dan daun tak pernah sekalipun membenci angin..yang tlah membuatnya jatuh dan luruh pada bumi..
Aku ingin belajar dari kupu-kupu yang selalu cantik itu, tumbuh cantik setelah menjalani tempaan yang berat, setelah melalui proses hinaan dikala ia masih menjadi ulat..
Aku ingin belajar dari lebah yang mengambil sari bunga namun dia ikut membantu penyerbukan, dia pun menghasilkan madu dari sarangnya, untuk dia sendiri? Bukan. untuk manusia. Dan dia hanya menggunakan kekuatannya ketika merasa terganggu..
Lihatlah, mereka sungguh memberi kemanfaatan yang banyak..











Dan terlebih, aku ingin belajar dari semut, yang tak pernah lupa bagaimana caranya peduli pada sesama, 
selalu berjabat tangan ketika bertemu,
dan mengabarkan dari tempat kejauhan jika mendapat serpihan makanan,
dia selalu menyayangi, tak peduli seberapa jauh jarak yang harus ia tempuh demi memanggil teman-temannya dan mengajak mereka ke arah sumber makanan itu.. 

Aku pun masih ingin belajar dari semut,
yang beriringan membentuk suatu jalur ketika mereka berpindah ke tempat yang baru,
beriringan..tak terpisahkan..dan mereka selalu mempunyai kesabaran yang utuh...
Mereka bersabar dalam kebersamaan..
Mereka bersabar dalam meniti langkah..
Mereka bersabar menyatukan satu tujuan...
(bukankah mereka tak pernah egois?)
Dan mereka bersabar dalam menghadapi rintangan..
Jika saja tiba-tiba ada air yang menghalangi jalan mereka, maka mereka menggenggam erat, saling berpegangan tangan menjadikan diri sebagai jembatan untuk melalui genangan air itu..
Dan dimanapun mereka ada, bahaya yang mengancam hidup mereka pun nyata adanya...
Tapi mereka tetap kokoh dan percaya diri,
Menjadi makhluk kecil namun semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa..

Ya Tuhan, mereka hanyalah semut, tak punya akal, tapi tingkah laku mereka sangat bijaksana...
Akupun ingin bermetamorfosis layaknya kupu-kupu yang sesungguhnya dia selalu indah, bahkan ketika menjadi seekor ulat..












Ia indah karena ketegarannya...
Ia indah karena tempaan yang begitu banyak dalam hidupnya..
Maka aku ingin belajar, Tuhan
Belajar dari kehidupan yang sungguh luas ini...
Belajar bagaimana cara melangkah dengan benar, agar aku tak terjatuh, agar aku tak lupa arah..
Semestinya aku tahu, bukan jalan yang patut disalahkan ‘mengapa ia licin?’, ‘mengapa ia penuh bebatuan?’ tapi aku sendirilah yang harus sesekali menyeka kakiku dan menyiapkannya agar selalu kuat untuk menapaki jalan dalam bentuk apapun..

Tuhan...aku kini sedang belajar, 
Ajarkanlah... segala hal yang memang tak bisa kumengerti sebelumnya...
Ajarkanlah aku bahkan jika aku harus menelan sepi dan tangis,
maka jadikan sepi dan air mata itu juga sebagai penaku,
yang tentu telah Kau pertajam sebelumnya
Ajarilah aku untuk mengenali seperti apa penghapusku, penggarisku, dan kertas untukku belajar..

Aku ingin belajar, Tuhan, dan aku sadar aku sedang belajar..
Pada sebuah bangku dengan berbagai macam bentuk,
Pada sebuah kursi, atau bahkan tikar,
pada sebuah dinding atau papan untukku bersandar...
Semestinya dari dulu aku sadar keberadaan ‘sekolah’ ini, Tuhan...
Agar aku tak menyesal telah tertawa begitu keras,
telah menangis begitu hebat,
telah kecewa begitu besar,
telah kebingungan begitu lama,
bahkan aku tak seharusnya menyesal atas kebahagiaan yang diikuti dengan kesedihan, karna semuanya berputar...
Aku semestinya tahu bahwa inilah ‘sekolahku’..
pada sejumput asa yang pernah tertinggal,
pada sebuah mimpi yang teramat samar,
pada setitik rasa yang berpendar,
dan pada sebongkah kepasrahan yang mengalun..



Maka itukah ‘pelajaran-Mu’ hari ini, Tuhan?

24 Ramadhan 1435 H

Thursday, July 17, 2014

Buka Bersama^^

Fotonya cewek semua,,,
yang cowo pemalu, yang cewe malu-maluin :p
Seneng sih bukbernya,, tapi pulangnya itu loh.. Kota baru - Banjaran. Baru berasa kalo rumah ada di luar kota. Bandung Coret banget. Zzzz.....


17 Juli 2014 Bukber  @kotabaruparahyangan w/ the boss and all friends of YEA -YUBI

Cangkir Cantik

Kisah ini sering terdengar di telinga. Untukku kisah ini sangat menyentuh. Tergeraklah jemari untuk bisa kembali menceritakan kisah ini disini. Mungkin aku belum secantik cangkir ini. Tapi keinginan untuk bisa seperti cangkir cantik ini selalu ada disini, *nunjuk ke dada* didalam qolbu. Selamat membaca :)
Disuatu pagi ada sepasang kakek dan nenek sedang memasukki sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir “Lihat cangkir itu…!” kata si nenek. “Wah kau benar, cangkir itu sangat indah,” ujar si kakek menanggapi.
Merekapun lalu mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang tersebut berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, sebelumnya perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah secantik ini. Sebelum menjadi sebuah cangkir, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin keramik dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Wednesday, July 16, 2014

Allah itu Ajaib !!

Jika kita melihat latar belakang dari seseorang yang mengalami kesuksesan kadang membuat kita terkesan,dan tidak akan pernah menduganya,bagaimana seorang anak yang sekolahnya saja tidak serius, seperti Thomas Alva Edison,yang kemudian diajar oleh ibunya, bisa menjadi penemu terbesar dalam sejarah manusia,atau seorang petani urakan seperti pak Bob Sadino yang menjadi pengusaha agrobisnis tersukses di Indonesia,atau tentang Columbus,yang mencatatkan namanya dalam sejarah benua Amerika, semua hal itu adalah hal yang tidak akan pernah kita duga. Demikian juga dengan rancangan Allah yang ajaib kita tidak akan pernah mudah memahaminya, kadang apa yang kita pikirkan adalah rancangan kecelakaan untuk kita, malah adalah sebuah rancangan keselamatan yang ajaib dari Allah.

Bisa saja kita terselamatkan dari sebuah kerusuhan massal,karena kita harus mendorong sepeda motor kita yang kena paku, ataupun kita yang akan merasa kesal karena kita tidak dapat berangkat akibat ketinggalan bis,dan tidak lama kemudian kita mendengar berita tentang bus yang hampir kita naiki itu kecelakaan , semua hal dalam hidup ini berada dalam kekuasaan Allah semata,Dialah Alfa dan Omega. 



Tuesday, July 15, 2014

Pernikahan itu Bukan Perlombaan

Menikah itu adalah misteri Tuhan. Jadi tidak ada istilah terlambat menikah. Pun tidak ada juga istilah pernikahan dini. Selalu yakini, jika Tuhan sudah menentukan, maka akan tiba momen terbaiknya, di waktu paling pas, tempat paling tepat. Abaikan saja orang2 yang memang cerewet mulutnya bilang "gadis tua, bujag lapuk", atau nyinyir bilang, "kecil2 kok sudah menikah".
Tere liye-


Bener sih, menikah itu gak sesimple yang dibayangkan. Gak juga sesulit yang dikhawatirkan. Bukan sesuatu yang bisa dicoba-coba juga, karena penasaran atau karena banyaknya tuntutan untuk menyegerakan.


Saturday, July 5, 2014

Untukmu Teman ^^

Ketika kita sukses, teman-teman kita tau siapa kita. Namun ketika kita jatuh, kita akan tau siapa teman kita. :)

blablabla "Kakang said.."

........................................................................

Pagi tadi, selepas sahur dan cuci piring. Tiba-tiba kakang yang dari semalem tampak lebih ganteng *efekpotongrambut* menarik bajuku dan menyuruhku duduk di depan laptop. "Teh Widi... tolong editin username twitter kakang doong.." abg ganteng ini merengek sambil meringis.

Namanya Thariq Fathan Mubina. Kami memanggill dia kakang. Saat ini ia adalah kakak tertua untuk 5 adik perempuannya. Otomatis dia menjadi abg tampan di rumah. Dia baru kelas 3 SMP, namun kenampakannya sudah sangat dewasa bisa jadi wakil ayah ketika ayah ga ada di rumah. Eitss.. jangan berfikir kakang itu tua ya, muka dan badannya sama sekali ga ke-bapa-an. Kalau ada yang kenal artis sinetron Junior Liem, kakang mirip dia versi kecil. Cute.


Thursday, July 3, 2014

Kembali Nyampah..

Harusnya judul ini yang pertama kali aku tulis, mengingat udah 3 blog yang dibuat harus direlakan pergi akibat lupa password, malah ada yang lupa username. whehehehe...

Hobi nyampah dari dulu ga ilang-ilang. gapapalah ya.. ;)

Okai, kerja lagi ahh.. 

Sampai jumpa lagii.... :)